Nov 29

Tugas Praktikum Sistem Operasi

Manajemen File dan Linux File Permissons

.: Fitri Handayani Ritonga .:. 1000050 .:. ILKOM C1 .:. 2010 :.

 

Manajemen File adalah metode dan struktur data yang digunakan Sistem Operasi untuk mengatur dan mengorganisir file pada disk atau partisi. File system juga dapat diartikan sebagai partisi atau disk yang digunakan untuk menyimpan file-file dalam cara tertentu. Cara memberi suatu file sisitem ke dalam suatu disk atau partisi dengan cara melakukan format.

Fungsi manajemen file :

  1. Penciptaan,modifikasi,dan penghapusan file
  2. Mekanisme pemakaian file secara bersama
  3.  Kemampuan backup dan recovery untuk mencegah kehilangan karena kecelakaan atau dari upaya penghancuran informasi
  4. Pemakai dapat mengacu file dengan nama simbolik bukan menggunkan penamaan yang mengacu perangkat fisik
  5. Pada lingkungan sensitive dikehendaki informasi tersimpan aman dan rahasia
  6. file harus menyediakan interface user-friendly

Untuk memanipulasi file dan direktori, antara lain:

  1.  Daftar konten direktori
  2. Menyalin, memindahkan, atau menghapus file dan direktori
  3.  Manipulasi banyak file dan direktori secara rekursif
  4. Menggunakan perintah find untuk mencari berdasarkan file
  5. Kompresi dan dekompresi file menggunakan gzip dan bzip2

Sebelum memasuki materi tentang cara atau perintah yang digunakan untuk Manajemen File, alangkah baiknya kita mengetahui struktur file tradisional Linux seperti gambar dibawah ini :

Direktori file

 Setiap direktori memiliki tujuan tertentu, masing-masing menyimpan informasi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah penjelasan direktori-direktori tersebut :

  • / – Root direktori yang membentuk basic system file. Semua file dan direktori secara Logic berada di dalam root direktori ini walaupun dari lokasi yang berbeda. Direktori ini berada pada tingkat atas dari struktur file.
  • /bin – Tempat dimana file di eksekusi. Tersedia untuk semua User.
  • /boot – Tempat kernel linux dan file lain yang diperlukan LILO dan Grub Boot Manajer.
  • /dev – Tempat untuk menampilkan refleksi device hardware yang dikenali dan digunakan sistem.
  • /etc – Tempat semua file-file konfigurasi sistem, hanya boleh diubah oleh super user.
  • /home – Berisi Direktori untuk user dan pengguna lainnya
  • /lib – Berisi file-file library yang digunakan untuk mendukung kerja kernel Linux.
  • /mnt – Tempat untuk menampung file dari usb, cdrom, atau HD external.
  • /proc – Berisi proses yang sedang berjalan. Setiap program yang sedang berjalan, maka proses tersebut ada di dalam folder /proc. isi file /proc juga hilang saat komputer di restart.
  • /root – Direktori home untuk user root.
  • /sbin –  berisi perintah untuk user root atau administrator seperti mount, shutdown, umount.
  • /srv , /run – berisi file file untuk server. misalkan server menjalakan samba dan webserver, maka kebanyakan filenya ada disini.
  • /tmp – Direktori yang digunakan untuk menyimpan data sementara. Isi dari direktori ini dibersihkan setiap kali sistem boot.
  • /usr – Berisi file library, binary, dokumentasi dan file lainnya hasil instalasi user.
  • /var – berisi file file untuk webserver /var/www. Folder ini juga berisi file log yang letaknya di /var/log.

Berikut merupakan beberapa cara atau perintah yang digunakan untuk Memanajemen File di Ubuntu :

*Melihat daftar direktori

$ pwd

$ ls

$ ls/home/user/praktikum

*Menampilkan daftar direktori dengan format yang panjang

      $ ls –al

      total 24

drwxrwxr-x. 2 user group 4096 2009-08-11 21:21 .

drwx——. 35 user group 4096 2009-08-12 10:55 ..

-rw-rw-r–. 1 ian ian 24 2009-08-11 14:02 text1

-rw-rw-r–. 1 ian ian 25 2009-08-11 14:27 text2

-rw-rw-r–. 1 ian ian 63 2009-08-11 15:41 text3

-rw-rw-r–. 1 ian ian 26 2009-08-11 15:42 text4

-rw-rw-r–. 1 ian ian 24 2009-08-11 18:47 text5

-rw-rw-r–. 1 ian ian 98 2009-08-11 21:21 text6

Penjelasan :

*Hak akses Manajemen File pada Linux ada 10 Digit :

1 Digit pertama adalah Tipe atau Jenis Data.

3 Digit di Kolom kedua adalah Hak Akses User

3 Digit dikolom ketiga adalah Hak Akses Group

3 Digit dikolom keempat adalah Hak Akses Other

*Karakter pertama menandakan :

Karakter d : Directory

Karakter : Regular File

Karakter l : Simbol Link

Karakter s : Unix Domain Socket

Karakter p : named pipe

Karakter c : Character Device File

Karakter b : Block Device File

*Karakter berikutnya menyatakan perizinan :

Karakter r : Read

Karakter w : Write

Karakter x : Excute

Karakter : No Permission

*Menampilkan Perintah Sorting

            $ ls :  Menampilkan daftar file yang diurutkan secara alphabet

            $ ls –lt  : Mengurutkan berdasarkan waktu atau ukuran file

            $ ls –lS : Mengurutkan ukuran file dari terbesar hingga yang terkecil

            $ ls –lrt : Mengurtkan daftar file dari yang terlama hingga yang terbaru

*Copying, Moving, and Deleting File

            $ cp : Untuk menyalin satu atau banyak file atau direktori

            $ mv : Untuk memindahkan atau mengubah nama file.

$ rm : Untuk menghapus file atau direktori.

$ -f atau —force :

Memungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.

$ -i atau –interactive :

 Akan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.

$ -b atau —backup :

            Akan membuat cadangan dari file yang akan diganti

*Membuat dan Menghapus Direktori

–          Membuat Banyak Direktori –

            $ mkdir dir1 dir2 :

Jika ingin membuat subdirektori bersarang, maka tinggal tambahkan -p setelah perintah mkdir

$ mkdir -p d1/d2/d3

Jika pilihan -p tidak ditambahkan, maka akan terjadi error

mkdir: cannot create directory `d1/d2/d3′: No such file or directory

–          Menghapus Direktori

            $ cp text1 d1/d2

$ rmdir -p d1/d2/d3 dir1 dir2

            -p = parent (sama dengan yang digunakan di mkdir)

pasti akan muncul error

rmdir: failed to remove directory `d1/d2′: Directory not empty

karena rmdir hanya akan menghapus direktori yang kosong, jadi hapus dulu file text1 di d1/d2

$ rm d1/d2 text1

$ rmdir -p d1/d2

–          Menghapus file atau direktori secara rekursif

Jika terdapat banyak file atau direktori yang ingin kita hapus, kita bisa menggunakan perintah rm dengan tambahan -r (atau -R atau –recursive)

$ rm -r d1

–          Membuat File Kosong

Kita dapat membuat file kosong dengan perintah touch, bisa dengan tambahan ekstensi atau tidak

$ touch file1 file2 file3

–          Menggunakan Perintah Find

Perintah find digunakan untuk mencari file atau direktori, bisa dicari berdasarkan nama, tipe, atau waktu

$ find . -name “text”

*Kompresi File

–          Kompresi Dengan gzip

            $ cp /etc/services .

$ ls -l

$ gzip services

$ ls -l

Lihat perbedaan ukuran file services sebelum dan sesudah di kompres.

Tambahkan -d untuk dekompresi.

$ gzip -d services.gz

–          Kompresi dengan bzip2

$ bzip2 services

gunakan perintah bunzip2 untuk dekompresi file bzip2

$ bunzip2 services.bz2

 

Linux File Permissions :

Pada dasarnya konsep file permission atau hak akses di GNU/Linux adalah suatu pengaturan kepemilikan file atau folder berdasarkan user dan group. Kepemilikan file atau folder bisa diberikan kepada user/group.

Memahami Kepemilikan File : Secara garis besar file permission dibagi menjadi tiga yaitu:

*User :

username dari orang yang memiliki file tersebut. Secara default, pengguna yang menciptakan file tersebut akan menjadi pemiliknya.

*Group :

Grup User yang memiliki file tersebut. Semua pengguna yang termasuk ke dalam kelompok yang memiliki file tersebut akan memiliki hak akses yang sama ke file.

*Other :

Seorang pengguna yang bukan pemilik file tersebut dan tidak termasuk dalam kelompok yang sama. Dengan kata lain, jika Anda menetapkan izin untuk kategori ”other”, itu akan mempengaruhi orang lain secara default.

Memahami Permission File : Ada tiga jenis izin akases pada linux yaitu :

*read :

Pada file biasa, read berarti file dapat dibuka dan dibaca. Pada sebuah direktori,   read berarti Anda dapat melihat daftar isi direktori.

* write :

Pada file biasa, ini berarti Anda dapat memodifikasi file, alias menulis data

baru ke file. Dalam kasus sebuah direktori, write berarti Anda dapat menambah,

menghapus, dan mengubah nama file dalam direktori.

* exute :

Dalam kasus sebuah file biasa, ini berarti Anda dapat menjalankan file

sebagai program atau shell script. Pada sebuah direktori, execute (disebut juga “search

bit”) memungkinkan Anda untuk mengakses file dalam direktori dan memasukkannya,

dengan perintah cd, misalnya.

Setiap file atau folder di system file memiliki tiga atribut yaitu

*Owner adalah id dari user pemilik file atau folder tersebut

*Group adalah gid dari grup dimana user pemilik file atau folder tersebut terdaftar

* Mode adalah sederetan angka 0 dan 1 untuk menyatakan flags akses terhadap suatu file atau folder

Melihat hak Akses File

Kita dapat melihat akses dari file dengan melihat daftar direktori dengan mengetikan perintah ls -l.

root@darkstar: ~# ls -l

total 16

drwx——– 2  root root 4096 Apr 17 17:23 Downloads/

drwxr-xr-x 3  root root 4096 Apr 12 16.44 Software/

drwxr-xr-x 3  root root 4096 Apr 12 15.46 VirtualBox\ VMs/

-rw- r–r–    l   root root          0 Apr 20 00.09 a.c

drwxr-xr-x 3  root root 4096 Apr 12 17.11 Source\ Code/

-rw- r–r–    l   root root          0 Apr 20 00.10 zia.sh

Apa output dari ls-l artinya?

Kolom pertama, salah satu yang terlihat seperti sekelompok omong kosong, menunjukkan jenis file dan perizinan.

Kolom kedua menunjukkan jumlah link (entri direktori yang merujuk ke file)

Kolom ketiga menunjukkan pemilik file, dan yang keempat menunjukkan kelompok pemilik file

Kolom lain menunjukkan ukuran file dalam byte, tanggal dan waktu modifikasi terakhir, dan nama file.

Karakter pertama menunjukkan :

d = directory

– = regular file

l = symbolic link

s = Unix domain socket

p = named pipe

c = character device file

b = block device file

Lalu, 9 karakter berikutnya menyatakan perizinan. Dibagi menjadi 3 grup, tiap grup 3

karakter mewakili: read, write, dan execute. Karakter tersebut mudah untuk diingat,

diantaranya :

r = read permission

w = write permission

x = execute permission

– = no permission

*Mengatur Hak Akses

Mode Simbolik

Mode simbolik cukup mudah diingat. karena dapat menentukan hak akses untuk user (u), group (g), others (o) dan untuk ketiganya (a). kemudian dapat menambahkan permission (+), hapus permission (-), atau menghapus hak akses sebelumnya dan menambahkan yang baru (=). berikutnya untuk permission read (r), perizinan write (w), dan untuk execute (x). Terakhir, Anda akan memberitahu chmod, hak akses file mana yang ingin Anda ubah. beberapa contoh yang bisa Anda coba. Misalkan kita mempunyai file bernama contohfile, dan file memiliki izin akses penuh untuk semua kelompok. Menghapus semua hak akses tetapi menambahkan izin write untuk semua orang :

$ chmod a=r contohfile

Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -r–r–r–

$ chmod g+x contohfile

Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -r–r-xr–

$ chmod u+wx contohfile

Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -rwxr-xr–

$ chmod ug-x contohfile

Setelah perintah, izin file itu akan menjadi -rw-r—r–

Mode Numerik

Mode lain dimana chmod bisa digunakan ialah dengan modus numerik. dalam modus numeric ini permission file bukanlah huruf, melainkan tiga digit oktal.

4 = read (r)

2 = write (w)

1 = execute (x)

0 = no permission (-)

untuk menambahkan permission, kita tinggal menambahkan angka yang sesuai dengan angka yang di atas. sebagai contoh, hak akses rwx maka 4+2+1 = 7, rx maka 4+1 = 5 dan rw maka 4+2 = 6. untuk pengaturan user, group, dan others, tinggal menomorkan tiga digit yang mewakili hak akses kelompok.contoh menambahkan read dan write pada user dan read pada group :

12 user@kpli_palu:~$chmod 640 nama_fileuser@kpli_palu:~$ls -l nama_file

3 -rw-r—– 1 user user 5 2011-10-02 12:03 nama_file

contoh menambahkan read,write dan execute pada user sedangkan group dan others hanya bisa read dan execute :

12 user@kpli_palu:~$chmod 755 nama_fileuser@kpli_palu:~$ls -l nama_file

3 -rwxr-xr-x 1 wawan wawan 5 2011-10-02 12:03 nama_file

Kita lihat Contoh :

$ chmod 755 contohfile

Perintah diatas akan mengubah hak akses contohfile menjadi -rwxr-xr-x. Pemilik akan

memiliki hak akses penuh, read, write, dan execute (7 = 4 +2 +1), grup dan yang lain

akan memiliki hak akses read dan execute (5 = 4 +1).

$ chmod 640 contohfile

Dalam hal ini, izin contohfile akan menjadi-rw-r—–. Pemilik akan memiliki izin read

dan write (6 = 4 +2), kelompok memiliki izin read (4), dan yang lain tidak memiliki

izin akses (0).

Mode numerik mungkin tidak sesederhana mode simbolik, tetapi dengan mode numerik, Anda dapat lebih cepat dan efisien mengatur hak akses file.

keterangan mode Numerik :

0 = —

1 = –x

2 = -w-

3 = -wx

4 = r–

5 = r-x

6 = rw-

7 = rwx

Cara untuk mengubah kepemilikan file & direktori :

Untuk mengganti digunakan perintah chown. Berikut adalah cara penulisannya :

chown option pemilik_baru nama_file/direktori

Untuk melihat kepemilikan suatu file dan group, gunakan perintah ls dengan option -l

Contoh output dari perintah tersebut :

-rw-rw-rw- 1 azizah azizah 0 Jan 23 05:32 contohfile

Untuk mengubah kepemilikan file contohfile dengan user lain, kita bisa mengetikkan:

chown aku contohfile

Perintah tersebut mengubah kepemilikan contohfile menjadi milik user aku bukan lagi

user azizah. Untuk melihat perubahannya lihat kembali detailnya dengan menggunakan perintah. ls –l contohfile

Salah satu option yang ada di chown adalah –R. Option –R ini mengubah permission

semua file yang ada dalam subdirektori dalam direktori yang sedang aktif. Option –R

bekerja secara rekursif,option tersebut mengubah kepemilikan semua objek yang ada

dalam direktori bukan hanya kepemilikan direktorinya saja. Contoh penggunaannya:

chown -R aku work

Perintah ini memberikan chown permission bagi user aku terhadap semua file yang

ada di direktori work.

 

 

Referensi :

Modul Praktikum Managemen file dan direktori

Modul Praktikum Linux File Permissions

http://tugasso.blog.com/manajemen-file/

http://dickymahfudin.blogspot.com/2012/10/manajemen-file_18.html

http://herpur.web.id/2013/06/02/perintah-find-linux/

http://palu.linux.or.id/2013/02/permission-file-linux/